Jumat, 11 Maret 2016

ANGGOTA KODIM 0731/KULONPROGO BERSAMA WARGA MASYARAKAT MENGATASI TANAH LONGSOR



Hujan deras kembali mengguyur wilayah Desa Banjararum Kecamatan Kalibawang,Klp sehingga pada Hari Rabu, tanggal 9 Maret 2016 pukul 22.00 Wib. telah terjadi tanah longsor di Dusun Brajan, Rt. 91, Rw. 46 yang mengakibatkan tertutupnya akses jalan dan mengenai jaringan listrik, longsor mencapai panjang 6 m dan tingginya 7 m, sementara itu korban jiwa tidak ada.


Pada kesempatan yang hampir bersamaan terjadi lagi longsor susulan di wilayah Rt. 91, Rw. 49 yang mencapai panjang 9 m dan tingginya 5 m dan tanpa korban jiwa.


Untuk selanjutnya penanganan bencana tanah longsor baru bisa dilaksanakan pada pagi harinya, yaitu Kamis 10 Maret 2016 mulai pukul 06.30 Wib. Anggota Kodim 0731/Kulonprogo bersama warga masyarakat bahu membahu mengatasi longsoran tanah yang menutupi jalan. Tidak ketinggalan dari Polsek, BPBD, tagana dan relawan JPM sehingga mencapai jumlah 90 orang. Hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Camat, Danramil 05/Kalibawang dan Kades Banjararum.

Demikian kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar tertib dan aman. (Pendim 0731/Klp).

Kamis, 03 Maret 2016

MENTERI PERTANIAN R.I. MELAKSANAKAN PANEN PERDANA BERSAMA BABINSA KODIM 0731/KULONPROGO

Hari Selasa, tanggal 1 Maret 2016 merupakan penentuan panen perdana oleh Kelompok Tani “Sideman Makmur” Desa Giripeni Kecamatan Wates yang sekaligus mendapat kehormatan untuk dikunjungi Menteri Pertanian Republik Indonesia Bapak Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, Mpd.

Tepat pukul 13.00 Wib Bapak Menteri Pertanian mulai memasuki wilayah Kulonprogo dan disambut oleh Bapak Wakil Bupati Kulonprogo Drs. H. Sutedjo dan Dandim 0731/Kulonprogo Letkol Arm. Gunawan S.Sos.,M.t. Warga  masyarakat Desa Giripeni terutama Kelompok Tani “Sideman Makmur” sangat antusias menyambut kedatangan Bapak Menteri, sayang Bapak Bupati Dr. Hasto Wardoyo S.Pog berhalangan hadir karena ada kegiatan di Propinsi bersama Bapak Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono Ke X.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasiter Korem 072/Pamungkas, Irjen Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Propinsi DIY, Kepala BPTP DIY, Ketua BKTP DIY, Kapolres Kulonprogo, Ketua DPRD Kulonprogo, Kepala Dinas Pertanian Kulonprogo, Seluruh Babinsa Kodim 0731/Kulonprogo dan warga masyarakat sekitar Desa Giripeni Kecamatan Wates.

Setelah turun dari kendaraan, Bapak Menteri langsung diarahkan ke area sawah untuk melaksanakan tradisi wiwitan menjelang panen padi, yaitu dengan memotong tumpeng dan ingkung ayam kampung yang selanjutnya diberikan kepada Kepala Desa Giripeni. Acara dilanjutkan dengan panen padi oleh Bapak Menteri dengan menggunakan alat Combine Harvester dari quick dengan didampingi oleh Para  Babinsa. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh  Bapak Wakil Bupati Drs. H. Sutedjo yang mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri Pertanian R.I. dan melaporkan kegiatan di Kulonprogo khususnya dibidang pertanian yang menunjukan peningkatan hasil yang sangat pesat, sehingga Gapoktan di Kulonprogo telah mampu mengemas beras untuk mensuplai kebutuhan PNS di Kulonprogo yang rata-rata 10 kg/PNS, kemudian meskipun belum seluruhnya Pemda Kabupaten Kulonprogo telah melakukan MOU dengan BULOG untuk mensuplai kebutuhan raskin yang akan diganti dengan beras Kulonprogo atau rasda melalui Gapoktan-Gapoktan. Selain itu Kulonprogo juga telah mengembangkan beras premium asli yaitu Melati Menoreh atau disingkat dengan Menor. Sedangkan untuk mengantisipasi berkurangnya lahan pertanian produktif yang terkena dampak bandara, dibeberapa wilayah yang mampu untuk dibangun irigasi telah dibangun lahan persawahan/cetak sawah dengan harapan surplus padi di Kulonprogo dapat dipertahankan.



























Pada kesempatan itu juga Bapak Menteri Pertanian R.I. memberikan pengarahan kepada seluruh Babinsa dan petani tentang peningkatan hasil pertanian yang sangat pesat setelah terjadi kerjasama antara petani dan Babinsa sebagai pendamping selain petugas dari Dinas Pertanian. Beliau juga berkenan wawancara dengan Kelompok Tani Sideman Makmur dan memberikan bantuan berupa 5 Unit Hand Traktor Bajak dan 1 Unit Combine Harvester. Kepada para Babinsa Bapak Menteri menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras selama ini, Beliau memberikan Bantuan 1 Unit Traktor Bajak dan 1 Unit Combine Harvester kepada Babinsa penggarap sawah yaitu Serda Ari Sudaryono Babinsa Desa Panjatan Koramil 10/Panjatan.

Demikian kegiatan kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia dan pelaksanaan panen perdana di Desa Giripeni Kecamatan Wates dapat berlangsung dengan tertib dan aman. Pendim 0731/Klp).































 






Minggu, 20 April 2014

Gunung Merapi mengeluarkan abu lagi

Hujan abu tipis menyelimuti wilayah selatan Gunung Merapi, tak terkecuali Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta. Hujan abu itu dinilai belum mengganggu aktivitas penerbangan di bandara tersebut.

"Minggu tanggal 20 April 2014, mulai tadi pagi hingga sekarang ini Manager Air Navigator Bandara Adisucipto Yogyakarta, Albertus Bagio Murdianto.
belum ada gangguan akibat abu. Aktivitas penerbangan masih berjalan sesuai jadwal," ujar

Pria yang menjadi ujung tombak boleh tidaknya pesawat lepas landas maupun mendarat di Bandara tersebut, mengaku terus berkoordinasi dengan air navigator di beberapa bandara yang ada di Indonesia mengenai adanya hujan abu tipis ini.

"Semua peralatan di bandara juga tidak masalah. Kami cek semua mulai radar dan semuanya," ujar Bagio yang tinggal di Maguwoharjo, Depok, Sleman itu.

Pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan Badan Meteorolgi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) mengenai kondisi cuaca. Cuaca hari ini pascaerupsi Merapi, juga terlihat cerah.

Setiap harinya ada sekira 120 sampai 135 pesawat yang hilir mudik di Bandara Adisucipto. Bahkan, pesawat latih dari TNI AU juga memakai bandara tersebut.

Seperti diketahui, erupsi Gunung Merapi pukul 4.26 sampai 04.40 WIB tadi mengakibakan sejumlah wilayah di DIY dan Jateng diguyur hujan abu.

Saat meletus, lava pijar meluncur sejauh satu kilometer dari puncak Merapi. Letusan ini dipicu gempa teknonik yang terjadi di Samudra Hindia beberapa waktu lalu.

Sumber berita : Okezon.

Jumat, 18 April 2014

Sosialisasi penerimaan Akpol,Brigadir & Polwan Polri

Pada hari Kamis di Makodim 0731/Klp Bapak Dandim 0731/Klp Letkol Inf  Semuel Jefferson Aling menerima rombongan dari pihak kepolisian Kapolda DIY dan Polres Kulonprogo yang di pimpin Kompol Budi, kedatangan rombongan pihak kepolisian ke Markas Kodim 0731/Klp Kompol Budi minta ijin kepada Dandim 0731/Klp bermaksud mensosialisasikan penerimaan Akpol,Brigadir dan Polwan Polri kepada putra-putri anggota Kodim 0731/Klp.

Kompol Budi mengatakan bahwa pihak polri ditahun 2014 khususnya DIY menerima 140 orang calon polri, pendaftaran dimulai tanggal 26 Maret s/d 15 April 2014, bahkan masih bisa diundur sampai dengan tanggal 19 April 2014, informasi dan pendaftaran secara online bisa dilihat website polri :http://www.infopenerimaanpolri.com/ pendaftaran tidak dipungut biaya atau tidak memakai uang,transparan,akuntabel dan humanis.

Anggota Kodim 0731/Klp dengan adanya sosialisasi dari pihak kepolisian menyambut baik dan dengan antusiasnya banyak yang ingin mendaftarkan  putra-putrinya masuk ke polri karena systemnya sudah dirubah sekarang sudah tidak memakai sogokan uang lagi seperti dulu langsung jadi secara instan tetapi memang orangtua sudah menyiapkan sejak sedini mungkin baik secara mental maupun jasmani agar dapat masuk menjadi polri.

Pihak kepolisian meminta pihak anggota kodim 0731/klp agar ikut menyebar luaskan berita penerimaan calon polisi kepada masyarakat luas terutama disekitar anggota tinggal,dengan harapan bisa menjaring calon polisi yang benar-benar berkualitas bagus dan berdedikasi tinggi.




Penyerahan Bibit Ikan di Kecamatan Panjatan Kab.Kulonprogo

Bapak Dandim 0731/Kulonprogo Letkol Inf Semuel Jefferson Aling mengatakan penyelenggaraan pembinaan ketahanan pangan merupakan program TNI AD sebagai implementasi atau terjemahan tugas TNI pada pointer operasi militer selain perang. "Dalam membantu tugas pemerintah daerah kami jajaran Kodim berupaya maksimal memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Kulonprogo demi tercapainya kemajuan wilayah dan kesejahteraan rakyat," tegasnya.

Sebagai upaya ikut meningkatkan ketahanan pangan, Kodim 0731/Kulonprogo menyerahkan bantuan bibit benih ikan Gurameh dan bibit padi kepada Kelompok Tani Maju Subur di Desa Tayuban Kecamatan Panjatan kabupaten Kulonprogo.

Selain dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bambang Tri, Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan drh Endang Purwaningrum dan Perwakilan Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (KP4K), kegiatan yang diwarnai penaburan benih ikan gurameh di kolam percontohan tersebut juga diikuti hampir seluruh Danramil se-Kulonprogo.

Dalam pembinaan Teritorial, Kodim 0731/Kulonprogo dalam hal ini Bapak Letkol Inf Semuel Jefferson Aling beserta seluruh jajaran Dan Ramil  bersama Pemerintah Pusat dan Pemkab menggandeng berbagai pihak pelaku pertanian berupaya membantu masyarakat untuk meningkatkan produktifitas dibidang perikanan & pertanian guna mencapai ketahanan pangan. "Peran dan kerjasama masyarakat khususnya petani, TNI dan komponen bangsa lainnya merupakan penentu dalam keberhasilan peningkatan produktifitas pangan guna mencapai ketahanan pangan secara nasional," ujarnya.

Kades Tayuban Abdurrahman menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Kodim 0731/Kulonprogo yang telah memberikan bantuan bibit padi dan benih ikan bagi warganya dengan harapan tecapainya kesejahteraan masyarakat di Kulonprogo,

Rabu, 16 April 2014

Angin Kencang di Kulonprogo, Rumah Mbah Prawoto Rata dengan Tanah

Hujan disertai angin kencang terjadi di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Senin (14/4/2014) malam. Hujan dan angin kencang tersebut mengakibatkan rumah Prawoto Wiyono, 65, warga Dusun X desa setempat rubuh. Bahkan rumah bedeg milik duda yang tinggal seorang diri itu sampai rata dengan tanah.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena saat kejadian, Prawoto sedang melakukan kegiatan pengajian rutin di rumah salah satu tetangganya. Namun barang-barang perlengkapan dapur, almari serta barang-barang elektroniknya hancur tertimpa reruntuhan atap rumah. Empat ekor itiknya ikut mati tertimpa genteng.

“Untungnya ketika mau pulang dari pengajian hujan masih deras. Jadi saya berteduh dulu, enggak langsung pulang sehingga saya terhindar dari tertimpa reruntuhan,” ujarnya, Selasa (15/4/2014).
Selepas hujan reda, dia baru memutuskan pulang ke rumah. Betapa terkejutnya dia mendapati banyak orang berada di sekitar pekarangannya. Prawoto pun semakin terpaku melihat kondisi rumahnya yang tinggal tumpukan puing-puing setelah roboh diterjang angin kencang. Sementara waktu itu listrik di sekitar rumahnya menjadi padam lantaran kabel penyambung aliran listrik putus.
“Samar-samar saya lihat sudah enggak berwujud rumah lagi, tapi cuma genteng dan bambu berserakan,” tandasnya.
Warga setempat memutuskan untuk kerja bakti gotong royong membersihkan puing-puing pada keesokan harinya.

Sabtu, 12 April 2014

Rahasia Sukses Para Miliarder Dunia Diungkap


GOLDENBIRD COMPANIES akan menyelenggarakan "Seminar Rahasia Sukses Para Miliarder Dunia" di Hotel Novotel, Solo, Sabtu (12/4) pukul 14.00. Seminar yang sama juga diadakan di Hotel Melia Purosani, Yogya, Minggu (13/4) pukul 14.00.

Panitia penyelenggara Ipan S dalam siaran pers yang diterima KR, Jumat (11/4) mengatakan, kegiatan ini akan mengupas habis bagaimana menjadi seorang miliarder dan cara melipatgandakan kekayaan dengan cara yang cerdas dan benar.

Dalam seminar yang berlangsung di Solo dan Yogya itu, bertindak selaku pembicara dr Teddy Bear (mantan dokter dan seorang miliarder) dan Hasyim (mantan pedagang bakso dan seorang jutawan).

Ipan menambahkan, bagi masyarakat yang berniat serius mengikuti acara seminar ini bisa mendaftarkan dengan cara DAFTAR_NAMA LENGKAP_ALAMAT LENGKAP_NO.HP_LOKASI SEMINAR sms Panitia ke 0878 3870 9000 atau email:mitrakami@gmail.com.

"Seminar ini khusus ditujukan kepada orang-orang yang berani menjadi miliarder dan menghadapi tantangan," pungkas Ipan, yang beralamat di Jurugentong, Banguntapan, Bantul tersebut.

Kamis, 10 April 2014

Warga Demo Tolak Pembangunan Bandara Temon

Ratusan warga yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) mendatangi kantor Kecamatan Temon, Kamis (10/4/2014). Mereka datang untuk menanyakan perihal pendataan warga terdampak pembangunan bandara di Temon.

Massa datang dalam rombongan besar dan melakukan longmarch dari wilayah Desa Glagah. Tampak di antara warga adalah belasan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Sekolah Bersama (Sekber) Yogyakarta.
Mereka membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan sikap penolakan warga terhadap rencana pembangunan bandara tersebut.

Di antaranya 'Kaum petani, menolak perampasan tanah', 'Pejabat ra mikirke rakyat', 'bandara bikin sengsara', 'Kami menolak data fiktif 550 kk', 'MP3EI adalah proyek kapitalis'.

"Kedatangan kami untuk memohon penjelasan langsung dari kepala desa maupun camat tentang pendataan tanah kami yang akan digunakan untuk pembangunan bandara. Warga jelas-jelas sudah menolak itu karena sampai sekarang belum ada penjelasan dari pemerintah," kata Ketua WTT, Purwinto.
Dia mengatakan, dari informasi, data warga terdampak itu saat ini sudah berada di tangan Camat Temon. Pihaknya ingin mengklarifikasi bagaimana data itu bisa sampai di tangan kades dan camat.

"Kami memiliki tanah itu, tapi sejauh ini belum ada penjelasan apapun dari pemerintah," imbuh Purwinto.
Saat ini, audiensi antara warga dan pemerintah kecamatan masih berlangsung. Warga juga menuntut pemerintah untuk meninjau ulang rencana pembangunan bandara tersebut.