KULON
PROGO. Komandan Kodim 0731/Kulon Progo
Letkol Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., beserta Ketua Persit KCK Cabang XXXII
Ny. Pindo Dyan, menghadiri Pembukaan Pelatihan Kemandirian Ekonomi berupa Pelatihan
Pembuatan "Sabun Jaga/Jasa Marga Airlangga" berbahan Alpukat bagi
penyandang disabilitas, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan
diselenggarakan PT. Jasa Marga kerja sama dengan Universitas Airlangga, bertempat
di Aula Kantor Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, diikuti puluhan
orang penyandang disabilitas, sebagai penanggungjawab Bapak Purdiyanta selaku Ketua
Agro Nanggulan/PT.Jasa Marga.
Hadir
pula Pejabat Forkopimkap Nanggulan, Pakar Keistimewaan Yogyakarta Dr. Haryadi
Baskoro, Guru Besar Bidang Ilmu Keperawatan Maternitas Fakultas Keperawatan
Universitas Airlangga (UNAIR) Prof. Dr. Esti Yunitasari, Ketua GPPMP DIY Yusuf
Langke, Pengusaha/Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiater) Konsultan
Psikiatri Anak dan Remaja) Budi Kristianto, Pengusaha/Direktur Perusahaan Raga
Jiwa Mulia Rizky Fransisco, Purdiyanta dari PT.Jasa Marga/Ketua Agro Nanggulan
dan penyandang disabilitas.

Purdiyanta
menyampaikan, Kapanewon Nanggulan memiliki potensi sektor agrobisnis yang terus
dikembangkan sejak tahun 2017 melalui budidaya kelengkeng dan saat ini
diperluas dengan penanaman sekitar 18 ribu pohon Alpukat. Alpukat berkualitas
baik dipasarkan sebagai produk konsumsi, sedangkan hasil yang tidak memenuhi
standar dimanfaatkan sebagai bahan baku Sabun Jaga sehingga memiliki nilai
tambah ekonomi dan produk turunan lain.
Program tersebut didukung oleh sejumlah BUMN, antara lain PT Jasa Marga
dan Angkasa Pura, melalui pelatihan pembuatan "Sabun Jaga/Jasa Marga
Airlangga" bagi penyandang disabilitas. Program ini akan dilaksanakan
secara bertahap dan berkelanjutan.
.jpeg)
Panewu
Nanggulan Drs. Sri Wahyuniarto, M.A., menyampaikan, atas nama Pemkab Kulon
Progo, apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Purdiyanta yang telah
memprakarsai kegiatan ini. Terima kasih juga kepada Universitas Airlangga atas
pendampingannya kepada para penyandang disabilitas agar semakin mandiri dan
memiliki keterampilan bernilai ekonomi. Apresiasi kami sampaikan pula kepada
para pengusaha yang berkomitmen mendukung pelatihan dan mempromosikan produk
unggulan lokal dari Kecamatan Nanggulan. .jpeg)
Prof.
Dr. Esti Yunitasari, S.Kp., M.Kes. (Guru Besar Bidang Ilmu Keperawatan
Maternitas Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR), menjelaskan, produk
ini telah melalui uji laboratorium Universitas Airlangga, sehingga keamanan dan
kualitasnya telah terjamin. Pemilihan
alpukat sebagai bahan baku bukan tanpa alasan. Alpukat merupakan salah satu
potensi unggulan lokal yang memiliki manfaat global. Selain kaya nutrisi untuk
dikonsumsi, alpukat juga memiliki kandungan yang sangat baik untuk kesehatan
kulit dan bahan kosmetik, sehingga memiliki nilai tambah dan prospek yang
menjanjikan sebagai produk unggulan berbasis potensi daerah.

Letkol
Inf Dyan Niti Sukma, S.Sos., M.Han., Dandim 0731/Kulon Progo, kami telah
beberapa kali berkolaborasi dengan Pak Purdiyanta, salah satunya melalui
pengembangan dan penanaman Alpukat Miki. Kami berharap inovasi "Sabun
Jaga" ini dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan daerah. Kulon
Progo, khususnya Kapanewon Nanggulan, memiliki potensi besar di sektor
agrowisata, terutama komoditas kelengkeng dan alpukat, yang masih perlu terus
dikembangkan dan dipromosikan. Melalui pemanfaatan potensi lokal menjadi produk
sabun dan kerajinan tangan, diharapkan tercipta produk bernilai tambah yang
mampu bersaing dan berkembang di pasaran.
Kegiatan
dilanjutkan dengan materi pelatihan pembuatan sabun, (Pendim0731).