Rabu, 16 Maret 2016
KODIM 0731/KULONPROGO SURVEY LOKASI TMMD TA.2017
Jumat, 11 Maret 2016
KODIM 0731 MENDUKUNG PEMDA KULONPROGO DALAM KESIAPAN ADIPURA 2016
Gerakan Karya Bhakti ini
juga diikuti oleh seluruh Instansi Pemerintah, BUMD, Swasta dan Lembaga
Pendidikan, sedangkan untuk warga
masyarakat dilaksanakan pada Hari Minggu 13 Maret 2016, dengan ketentuan tidak
diperbolehkan membakar sampah hasil kegiatan Karya Bhakti.
Demikian kegiatan dapat
berjalan dengan lancar tertib dan aman. (Pendim 0731/Klp).
ANGGOTA KODIM 0731/KULONPROGO BERSAMA WARGA MASYARAKAT MENGATASI TANAH LONGSOR
Hujan deras kembali mengguyur wilayah Desa Banjararum Kecamatan Kalibawang,Klp sehingga pada Hari Rabu, tanggal 9 Maret 2016 pukul 22.00 Wib. telah terjadi tanah longsor di Dusun Brajan, Rt. 91, Rw. 46 yang mengakibatkan tertutupnya akses jalan dan mengenai jaringan listrik, longsor mencapai panjang 6 m dan tingginya 7 m, sementara itu korban jiwa tidak ada.
Pada kesempatan yang hampir
bersamaan terjadi lagi longsor susulan di wilayah Rt. 91, Rw. 49 yang mencapai
panjang 9 m dan tingginya 5 m dan tanpa korban jiwa.
Untuk selanjutnya penanganan bencana tanah longsor baru bisa dilaksanakan pada pagi harinya, yaitu Kamis 10 Maret 2016 mulai pukul 06.30 Wib. Anggota Kodim 0731/Kulonprogo bersama warga masyarakat bahu membahu mengatasi longsoran tanah yang menutupi jalan. Tidak ketinggalan dari Polsek, BPBD, tagana dan relawan JPM sehingga mencapai jumlah 90 orang. Hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Camat, Danramil 05/Kalibawang dan Kades Banjararum.
Demikian kegiatan ini dapat
berjalan dengan lancar tertib dan aman. (Pendim 0731/Klp).
Kamis, 03 Maret 2016
MENTERI PERTANIAN R.I. MELAKSANAKAN PANEN PERDANA BERSAMA BABINSA KODIM 0731/KULONPROGO
Hari Selasa, tanggal 1 Maret 2016 merupakan penentuan panen perdana oleh
Kelompok Tani “Sideman Makmur” Desa Giripeni Kecamatan Wates yang sekaligus
mendapat kehormatan untuk dikunjungi Menteri Pertanian Republik Indonesia Bapak
Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, Mpd.
Tepat pukul 13.00 Wib Bapak
Menteri Pertanian mulai memasuki wilayah Kulonprogo dan disambut oleh Bapak
Wakil Bupati Kulonprogo Drs. H. Sutedjo dan Dandim 0731/Kulonprogo Letkol Arm.
Gunawan S.Sos.,M.t. Warga masyarakat
Desa Giripeni terutama Kelompok Tani “Sideman Makmur” sangat antusias menyambut
kedatangan Bapak Menteri, sayang Bapak Bupati Dr. Hasto Wardoyo S.Pog
berhalangan hadir karena ada kegiatan di Propinsi bersama Bapak Gubernur DIY
Sri Sultan Hamengku Buwono Ke X.
Kegiatan ini juga dihadiri
oleh Kasiter Korem 072/Pamungkas, Irjen Kementerian Pertanian, Kepala Dinas
Pertanian Propinsi DIY, Kepala BPTP DIY, Ketua BKTP DIY, Kapolres Kulonprogo,
Ketua DPRD Kulonprogo, Kepala Dinas Pertanian Kulonprogo, Seluruh Babinsa Kodim
0731/Kulonprogo dan warga masyarakat sekitar Desa Giripeni Kecamatan Wates.
Setelah turun dari
kendaraan, Bapak Menteri langsung diarahkan ke area sawah untuk melaksanakan tradisi
wiwitan menjelang panen padi, yaitu dengan memotong tumpeng dan ingkung ayam
kampung yang selanjutnya diberikan kepada Kepala Desa Giripeni. Acara
dilanjutkan dengan panen padi oleh Bapak Menteri dengan menggunakan alat
Combine Harvester dari quick dengan didampingi oleh Para Babinsa. Acara dilanjutkan dengan sambutan
oleh Bapak Wakil Bupati Drs. H. Sutedjo
yang mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri Pertanian R.I. dan
melaporkan kegiatan di Kulonprogo khususnya dibidang pertanian yang menunjukan
peningkatan hasil yang sangat pesat, sehingga Gapoktan di Kulonprogo telah
mampu mengemas beras untuk mensuplai kebutuhan PNS di Kulonprogo yang rata-rata
10 kg/PNS, kemudian meskipun belum seluruhnya Pemda Kabupaten Kulonprogo telah
melakukan MOU dengan BULOG untuk mensuplai kebutuhan raskin yang akan diganti
dengan beras Kulonprogo atau rasda melalui Gapoktan-Gapoktan. Selain itu
Kulonprogo juga telah mengembangkan beras premium asli yaitu Melati Menoreh
atau disingkat dengan Menor. Sedangkan untuk mengantisipasi berkurangnya lahan
pertanian produktif yang terkena dampak bandara, dibeberapa wilayah yang mampu
untuk dibangun irigasi telah dibangun lahan persawahan/cetak sawah dengan
harapan surplus padi di Kulonprogo dapat dipertahankan.
|
|
Pada kesempatan itu juga
Bapak Menteri Pertanian R.I. memberikan pengarahan kepada seluruh Babinsa dan
petani tentang peningkatan hasil pertanian yang sangat pesat setelah terjadi
kerjasama antara petani dan Babinsa sebagai pendamping selain petugas dari
Dinas Pertanian. Beliau juga berkenan wawancara dengan Kelompok Tani Sideman
Makmur dan memberikan bantuan berupa 5 Unit Hand Traktor Bajak dan 1 Unit
Combine Harvester. Kepada para Babinsa Bapak Menteri menyampaikan ucapan terima
kasih atas kerja keras selama ini, Beliau memberikan Bantuan 1 Unit Traktor
Bajak dan 1 Unit Combine Harvester kepada Babinsa penggarap sawah yaitu Serda
Ari Sudaryono Babinsa Desa Panjatan Koramil 10/Panjatan.
Demikian kegiatan kunjungan
Menteri Pertanian Republik Indonesia dan pelaksanaan panen perdana di Desa
Giripeni Kecamatan Wates dapat berlangsung dengan tertib dan aman. Pendim
0731/Klp).
Minggu, 20 April 2014
Gunung Merapi mengeluarkan abu lagi
Hujan abu tipis menyelimuti wilayah selatan Gunung
Merapi, tak terkecuali Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta.
Hujan abu itu dinilai belum mengganggu aktivitas penerbangan di bandara
tersebut.
"Minggu tanggal 20 April 2014, mulai tadi pagi hingga sekarang ini Manager Air Navigator Bandara Adisucipto Yogyakarta, Albertus Bagio Murdianto.
belum ada gangguan akibat abu. Aktivitas penerbangan masih berjalan
sesuai jadwal," ujar
Pria
yang menjadi ujung tombak boleh tidaknya pesawat lepas landas maupun
mendarat di Bandara tersebut, mengaku terus berkoordinasi dengan air navigator di beberapa bandara yang ada di Indonesia mengenai adanya hujan abu tipis ini.
"Semua
peralatan di bandara juga tidak masalah. Kami cek semua mulai radar dan
semuanya," ujar Bagio yang tinggal di Maguwoharjo, Depok, Sleman itu.
Pihaknya
juga terus menjalin komunikasi dengan Badan Meteorolgi, Klimatologi,
dan Geofisikan (BMKG) mengenai kondisi cuaca. Cuaca hari ini pascaerupsi
Merapi, juga terlihat cerah.
Setiap harinya ada sekira 120
sampai 135 pesawat yang hilir mudik di Bandara Adisucipto. Bahkan,
pesawat latih dari TNI AU juga memakai bandara tersebut.
Seperti
diketahui, erupsi Gunung Merapi pukul 4.26 sampai 04.40 WIB tadi
mengakibakan sejumlah wilayah di DIY dan Jateng diguyur hujan abu.
Saat meletus, lava pijar meluncur sejauh satu kilometer dari puncak Merapi. Letusan ini dipicu gempa teknonik yang terjadi di Samudra Hindia beberapa waktu lalu.
Sumber berita : Okezon.
Jumat, 18 April 2014
Sosialisasi penerimaan Akpol,Brigadir & Polwan Polri
Pada hari Kamis di Makodim 0731/Klp Bapak Dandim 0731/Klp Letkol Inf Semuel Jefferson Aling menerima rombongan dari pihak kepolisian Kapolda DIY dan Polres Kulonprogo yang di pimpin Kompol Budi, kedatangan rombongan pihak kepolisian ke Markas Kodim 0731/Klp Kompol Budi minta ijin kepada Dandim 0731/Klp bermaksud mensosialisasikan penerimaan Akpol,Brigadir dan Polwan Polri kepada putra-putri anggota Kodim 0731/Klp.
Kompol Budi mengatakan bahwa pihak polri ditahun 2014 khususnya DIY menerima 140 orang calon polri, pendaftaran dimulai tanggal 26 Maret s/d 15 April 2014, bahkan masih bisa diundur sampai dengan tanggal 19 April 2014, informasi dan pendaftaran secara online bisa dilihat website polri :http://www.infopenerimaanpolri.com/ pendaftaran tidak dipungut biaya atau tidak memakai uang,transparan,akuntabel dan humanis.
Anggota Kodim 0731/Klp dengan adanya sosialisasi dari pihak kepolisian menyambut baik dan dengan antusiasnya banyak yang ingin mendaftarkan putra-putrinya masuk ke polri karena systemnya sudah dirubah sekarang sudah tidak memakai sogokan uang lagi seperti dulu langsung jadi secara instan tetapi memang orangtua sudah menyiapkan sejak sedini mungkin baik secara mental maupun jasmani agar dapat masuk menjadi polri.
Pihak kepolisian meminta pihak anggota kodim 0731/klp agar ikut menyebar luaskan berita penerimaan calon polisi kepada masyarakat luas terutama disekitar anggota tinggal,dengan harapan bisa menjaring calon polisi yang benar-benar berkualitas bagus dan berdedikasi tinggi.
Penyerahan Bibit Ikan di Kecamatan Panjatan Kab.Kulonprogo
Bapak Dandim 0731/Kulonprogo Letkol Inf Semuel Jefferson Aling mengatakan penyelenggaraan
pembinaan ketahanan pangan merupakan program TNI AD sebagai implementasi
atau terjemahan tugas TNI pada pointer
operasi militer selain perang. "Dalam membantu tugas pemerintah daerah
kami jajaran Kodim berupaya maksimal memberikan kontribusi terbaik bagi
masyarakat Kulonprogo demi tercapainya kemajuan wilayah dan
kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Sebagai upaya ikut meningkatkan ketahanan pangan, Kodim 0731/Kulonprogo
menyerahkan bantuan bibit benih ikan Gurameh dan bibit padi kepada Kelompok
Tani Maju Subur di Desa Tayuban Kecamatan Panjatan kabupaten Kulonprogo.
Selain dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bambang Tri,
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan drh Endang
Purwaningrum dan Perwakilan Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan
Pertanian Perikanan dan Kehutanan (KP4K), kegiatan yang diwarnai
penaburan benih ikan gurameh di kolam percontohan tersebut juga diikuti
hampir seluruh Danramil se-Kulonprogo.
Dalam pembinaan Teritorial, Kodim 0731/Kulonprogo dalam hal ini Bapak Letkol Inf Semuel Jefferson Aling beserta seluruh jajaran Dan Ramil bersama Pemerintah Pusat dan Pemkab menggandeng berbagai pihak pelaku pertanian berupaya membantu masyarakat
untuk meningkatkan produktifitas dibidang perikanan & pertanian guna mencapai ketahanan pangan.
"Peran dan kerjasama masyarakat khususnya petani, TNI dan komponen
bangsa lainnya merupakan penentu dalam keberhasilan peningkatan
produktifitas pangan guna mencapai ketahanan pangan secara nasional," ujarnya.
Kades Tayuban Abdurrahman menyampaikan ucapan terima kasih kepada
jajaran Kodim 0731/Kulonprogo yang telah memberikan bantuan bibit padi
dan benih ikan bagi warganya dengan harapan tecapainya kesejahteraan
masyarakat di Kulonprogo,
Rabu, 16 April 2014
Angin Kencang di Kulonprogo, Rumah Mbah Prawoto Rata dengan Tanah
Hujan disertai angin kencang terjadi di Desa Bugel, Kecamatan
Panjatan, Senin (14/4/2014) malam. Hujan dan angin kencang tersebut
mengakibatkan rumah Prawoto Wiyono, 65, warga Dusun X desa setempat
rubuh. Bahkan rumah bedeg milik duda yang tinggal seorang diri itu
sampai rata dengan tanah.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini
karena saat kejadian, Prawoto sedang melakukan kegiatan pengajian rutin
di rumah salah satu tetangganya. Namun barang-barang perlengkapan
dapur, almari serta barang-barang elektroniknya hancur tertimpa
reruntuhan atap rumah. Empat ekor itiknya ikut mati tertimpa genteng.
“Untungnya ketika mau pulang dari pengajian hujan masih deras. Jadi
saya berteduh dulu, enggak langsung pulang sehingga saya terhindar dari
tertimpa reruntuhan,” ujarnya, Selasa (15/4/2014).
Selepas hujan reda, dia
baru memutuskan pulang ke rumah. Betapa terkejutnya dia mendapati
banyak orang berada di sekitar pekarangannya. Prawoto pun semakin
terpaku melihat kondisi rumahnya yang tinggal tumpukan puing-puing
setelah roboh diterjang angin kencang. Sementara waktu itu listrik di
sekitar rumahnya menjadi padam lantaran kabel penyambung aliran listrik putus.
“Samar-samar saya lihat sudah enggak berwujud rumah lagi, tapi cuma genteng dan bambu berserakan,” tandasnya.
Warga setempat memutuskan untuk kerja bakti gotong royong membersihkan puing-puing pada keesokan harinya.
Langganan:
Postingan (Atom)



