Senin, 06 Agustus 2018

Babinsa Bumirejo Lendah Kulon Progo Hadiri Rapat Koordinasi Musim Tanam I


 

(Lendah, 2/8/18).   Menghadapai Musim Tanam I, di wilayah Bumirejo, Lendah, Kulon Progo, pada Hari Kamis (2/8), pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Balai Desa Bumirejo, dilaksanakan Rapat Koordinasi Tata Tanam Musim Tanam I (MT1).

Rapat dipimpin oleh Kades Bumirejo (R. Edi Winarno), dihadiri oleh Ketua Gapoktan wilayah Desa Bumirejo (Bapak Maryanto), para Ketua Kelompok Tani, Babinsa Bumirejo (Serka Sarengat), Bhabinkhsmtibmas, PPL Lendah (Bapak Trimardani dan Ahmadi Supriyanto), Bapak Sumanto dari Dinas Pengairan dan Para Dukuh se-Desa Bumirejo.
Serka Sarengat menginformasikan bahwa dari rakor ini, dihasilkan beberapa keputusan yaitu kesepakatan sebar benih padi antara tanggal 15 - 25 Agustus 2018.  Akhir bulan September 2018 semua lahan pertanian di Bumirejo harus sudah selesai ditanami padi semua.   Lebih lanjut disampaikan bahwa tujuan dari sebar benih dan tanam padi secara bersama-sama adalah untuk mencegah atau mengurangi serangan hama.  

Babinsa akan melaksanakan pemantauan bersama dengan PPL Bumirejo, agar kesepakatan yang telah diputuskan benar-benar dipatuhi oleh petani, sehingga bisa tanam serempak.   Selain itu apabila ada kesulitan atau permasalahan berkaitan dengan pengolahan lahan, pembibitan dan penanaman, dapat segera diatasi atau diambil langkah penyelesainnya.  (Pendim 0731/KP).
 





Anak Tukang Bubur Masuk Capratar Akmil



Purbalingga -  Sebagaimana layaknya anak muda lainnya, Imron Ichwani yang tinggal di Jl. Cempaka RT 03/06 Desa Selabaya Kec. Kalimanah Kab. Purbalingga juga memiliki cita-cita yang tinggi. Imron kecil kala itu becita-cita masuk STAN, namun lain dulu lain sekarang. Anak ketiga dari enam bersaudara dari Bapak Sugeng Suroso yang sehari-hari berdagang bubur ayam ini sekarang telah menjadi Calon Prajurit Taruna (Capratar) Akmil Tahun 2018.

Ditemui di rumahnya, Bapak Sugeng Suroso menuturkan, Imron anaknya memang cerdas. Dari SD sudah sering ikut lomba Matematika, bahkan nilai matematika pada ujian nasional (UN) 10. Saat duduk dibangku SMP dan SMA Imron juga ikut lomba Olimpiade tingkat Provinsi.
Imron Ichwani menyelesaikan SD di SDN 1 Selabaya Kalimanah (2012) dan SMP di SMP N 1 Purbalingga (2015). Memasuki SMA, Imron harus tinggal bersama Kakeknya di Arcawinangun Purwokerto, karena harus bersekolah di SMAN 1 Purwokerto dan selesai SMA (Jurusan IPA) (2018).
Imron yang selama SMA harus tinggal bersama kakeknya di Purwokerto karena jarak yang jauh, selalu aktif dalam organisasi kesiswaan dan paskibraka. Berawal dari sana dan arahan dari Guru Pembina SMA, Imron yang awalnya bercita-cita masuk STAN bersama 16 rekan Almuni SMA N 1 Purwokerto mendaftar AKMIL.


Sugeng Suroso sendiri, sudah sepuluh tahun ini sehari-hari berdagang bubur ayam keliling dengang menggunakan sepeda motor dengan penghasilan rata-rata Rp. 50.000,-.
“Saya cuma dagang bubur ayam keliling, berangkat jam 05.00 sampai jam 09.00 pagi. Rute jualan saya dari Dusun Karangpetir, Grecol, Karangmanyar sampai ke Asrama 406/Ck, balik lagi ke rumah,” terang Sugeng.
Ditanya soal anaknya yang masuk Capratar, bahwa dirinya mengetahui anaknya lolos pada tanggal 28 Juli 2018 yang lalu, langsung ditelepon oleh anaknya.
“Alhamdulilah Pak, saya lulus Capratar Akmil, besok tanggal 30 Juli 2018 saya ke Bandung untuk mengambil perlengkapan baju,” ceritera Sugeng
Rasa haru, bangga, bahagia  dan gak percaya anak saya diterima menjadi Calon Prajurit Taruna Akmil. Saya dan keluarga sangat senag dan bangga, karena Imron memang anak yang rajin, taat pada orang tua dan tekun beribadah. Pokoknya anak saya itu gak neko-neko (aneh-aneh), imbuh Sugeng.
Dikonfirmasi tentang adanya anak tukang bubur yang lulus Taruna Akmil, Kapendam IV/Diponegoro Letkol Arh Zaenudin, S.H., M.Hum. membenarkan hal itu.
“Benar, salah satu Calon Prajurit Taruna Akmil tahun 2018 adalah anak tukang bubur ayam keliling dari Purbalingga. Itulah bukti bahwa menjadi Taruna Akmil itu bukan hanya untuk anak pejabat tetapi semua warga negara Indonesia yang memenuhi syarat,” terang Kapendam.

Ditambahkan Letkol Arh Zaenudin bahwa, menjadi Prajurit TNI adalah hak dari semua WNI, siapa saja boleh dan bisa, asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, baik untuk calon Perwira, Bintara maupun Tamtama. Dan yang perlu digaris bawahi, bahwa masuk TNI tidak dipungut biaya alias GRATIS, tegasnya. (Red).





Kamis, 02 Agustus 2018

Danramil Wates Kulon Progo Laksanakan Kampanye Kreatif/Werfing Penerimaan Prajurit TNI AD



(Wates, 2/8/18).    Kapten Inf Sumarjan, Danramil 01/Wates, Kodim 0731/Kulon Progo, beserta dua anggota, pada Rabu (1/8), mulai pukul 13.30 WIB sampai dengan selesai melaksanakan kegiatan kampanye kreatif/werfing penerimaan Prajurit TNI Tahun Anggaran 2018, kepada segenap siswa  SMA N 2 Wates, Kulon Progo.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan antara lain penyampaian tentang maksud dan tujuan kampanye werving penerimaan Prajurit TNI.  Secara detail dan panjang lebar Kapten Inf Sumarjan menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan penerimaan prajurit, termasuk persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi bagi calon Prajurit TNI serta tempat pendaftaran.

Untuk lebih menggugah minat para siswa, pada kesempatan ini dilaksanakan pemutaran video tentang gambaran sebagai Prajurit TNI.  Selama kegiatan verfing ini, siswa tampak antusias memperhatikan dan mengikuti apa yang disampaikan oleh Kapten Inf Sumarjan beserta tim.   Dengan kampanye kreatif/verfing ini diharapkan timbul keinginan dihati para siswa untuk menjadi TNI.    Bagi siswa yang berminat akan didata, ditampung dan dilatih oleh Anggota Kodim 0731/Kulon Progo yang telah ditunjuk. (Pendim 0731/KP).







Anggota Koramil Dan Polsek Kokap Latih Paskibraka Tingkat Kecamatan


 

(Kokap, 2/8/18).   Menjelang Peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kecamatan Kokap mulai menyiapkan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka).  Rabu (1/8), Koramil 03/Kokap, Kodim 0731/Kulon Progo, Polsek Kokap, Trantib Kecamatan Kokap dan Mahasiswa KKN dari UIN Yogyakarta, melatih segenap siswa SLTA yang ada di Kecamatan Kokap,  yang sudah terpilih sebagai Paskibraka. Latihan dilaksanakan di Lapangan Anjir, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo.   Jumlah siswa yang dilatih sebanyak 43 calon yang berasal dari SMA N 1 Kokap 20 siswa dan dari SMKN 1 Kokap 23 siswa.

Serda Sugito mengatakan bahwa latihan ini perlu dilaksanakan mengingat pentingnya peran Paskibraka pada saat Upacara Detik-Detik Proklamasi dan Aubade.  Kesuksesan pelaksanaan upacara proklamasi diantaranya dapat dilihat dari tertib dan khidmadnya saat pengibaran/penurunan bendera.   Serma Sularno menambahkan bahwa materi latihan yang diberikan antara lain baris-berbaris, formasi pasukan, prosesi pengibaran/penurunan bendera.   Dalam pelaksanaan latihan Koramil selalu bersama-sama dengan Polsek, selain karena ditunjuk, sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Koramil dan Polsek untuk berperan langsung demi suksesnya Upacara Peringatan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI.

Selain berkaitan dengan Upacara Detik-Detik Proklamasi dan Aubade Koramil dan Polsek juga dilibatkan dalam even lain yang diselenggarakan oleh PHBN Kecamatan Kokap.  Pada kesempatan ini Paskib dilatih oleh Serda Sugito dari Koramil Kokap, Bripka Sudin dari Polsek, Handaru dari KKN UIN Yogyakarta dan Bapak Sunardi, Kasi Trantib Kecamatan Kokap.   Latihan akan rutin dilaksanakan sampai menjelang pelaksanaan upacara tanggal 17 Agustus 2018 nanti, tambah Serda Sugito. (Pendim 0731/KP).







Kodim Kulon Progo Bersama Masyarakat Bangun Gorong-Gorong



(Samigaluh, 1/8/18).    Pelaksanaan Program TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2018 Kodim 0731/Kulon Progo, di Pagerharjo, Samigaluh, tinggal menyisakan beberapa hari lagi.  Sampai dengan tanggal 31 Juli 2018, pengerjaan sarana fisik berupa corblok jalan sudah seratus persen begitu pula dengan pembuatan talud. Sedangkan untuk pembuatan gorong-gorong tinggal pengecoran, sehingga diperkirakan seluruh sasaran fisik selesai sesuai dengan rencana.

Gorong-gorong yang dibangun sepanjang lima meter ini, nantinya akan berfungsi untuk mengalirkan air dari gunung diatas rumah penduduk apabila terjadi hujan.   Selama ini apabila terjadi hujan air menggenang diatas jalan, sedangkan kontruksi tanah rawan terhadap longsor, sehingga perlu dibuatkan gorong-gorong agar jangan sampai terjadi bencana.   Dengan lebar satu meter dan kedalaman satu meter lebih, diharapkan dapat menuntaskan air dengan cepat.

Prajurit Kodim 0731/Kulon Progo bersama-sama masyarakat Pagerharjo bahu membahu melaksanakan pembuatan gorong-gorong ini, mulai dari penggalian tanah, perakitan otot besi, pemasangan begesateng serta pengecoran.   Dengan bergotong-royong pekerjaan menjadi terasa ringan meskipun dibawah sengatan terik matahari.   Diperkirakan sebelum penutupan TMMD Sengkuyung Pagerharjo, yang rencananya akan ditutup tanggal 8 Agustus 2018, gorong-gorong ini selesai dibangun, sehingga seluruh sasaran fisik selesai seratus persen. (Pendim 0731/KP).