Sabtu, 29 Januari 2022

Pendampingan Vaksinasi Dosis 1 Dan 2 Serta Dosis 3 Booster

Kulon Progo. Babinsa Salamrejo Koramil 07/Sentolo Kodim 0731/Klp Sertu Sarijan, pendampingan vaksinasi dosis 1 dan dosis 2 untuk anak-anak usia 6-11 tahun serta dosis 3 booster kepada para guru dan karyawan di SD Negeri Gembongan,  Jumat (28/01/2022),

 

Hasil total pelaksanaan vaksinasi sebanyak 104 yang terdiri dari dosis 1 Sinovac 2 anak/dosis, untuk dosis 2 Sinovac 93 anak/dosis dan harus tertunda 1 anak karena tidak memenuhi syarat kesehatan untuk dilakukan vaksinasi, sementara untuk dosis 3 booster 9 orang tenaga pendidik. 

Personil yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Petugas Nakes Kartika 5 orang, Nakes Puskesmas Sentolo 2 sebanyak 2 orang, Guru sebagai tim pendukung dan pendamping peserta vaksinasi 12 orang, Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai pengamanan dan UKDW 7 mengatur jalur vaksinasi. (Ramil 07)


 

Babinsa Salamrejo Monitoring Vaksinasi Pada Anak Usia Usia 6-11 Tahun

Kulon Progo. Bertempat di SD Negeri Lebeng, Jumat (28/01/2022), Babinsa Salamrejo Sertu Sarijan pendampingan Nakes dari BIN dan Puskesmas Sentolo 2, dalam giat vaksinasi dosis satu dan dua, untuk anak-anak usia 6-11 tahun.

 

Pada kesempatan petugas yang tergabung dalam tersebut diantaranya Babinsa Sertu Sarijan bersama Bhabinkamtibmas melaksanakan pendampingan, 2 orang tenaga kesehatan dari BIN, 7 orang tenaga kesehatan Puskesmas Sentolo 2, Guru pendamping peserta vaksinasi 12 orang dan 7 orang dari UKDW membantu memperlancar jalur vaksinasi. 

Hasil pelaksanaan vaksinasi total 145 anak/dosis terdiri dari dosis 1 Sinovac 4 anak/dosis, dosis 2 Sinovac 140 anak/dosis, masyarakat umum 1 orang/dosis. (Ramil 07)


 

Babinsa Krembangan Pemantauan Pelaksanaan Vaksinasi Presisi

Kulon Progo. Pelda Supriyana Babinsa Krembangan Koramil 10/Panjatan Kodim 0731/Klp bersama Bhabinkamtibmas melaksanakan pemantauan vaksinasi dalam rangka penanganan Covid 19 menuju Indonesia sehat yang bertempat di Pedukuhan XII, Krembangan, Panjatan. Jum'at (28/01). 

Pelayanan vaksinasi presisi oleh Tim Nakes Polkes Polres Kulon Progo menggunakan jenis vaksin Sinovac untuk dosis dua, berhasil memvaksin sejumlah tiga  orang. Selama kegiatan berlangsung aman dan menerapkan prokes Covid-19. (Ramil 10).

 

Pembahasan Peraturan Kalurahan dan Validasi Penerimaan BLT DD 2022

Kulon Progo. Babinsa Demangrejo Koramil 07/Sentolo Kodim 0731/Klp Serka Edris menghadiri rapat pembahasan peraturan kalurahan dan pembahasan validasi penerima BLT Dana Desa Tahun 2022 bertempat di Pendopo Kalurahan pada Jum'at (28/01/2022)

 




Acara tersebut dihadiri Lurah Gunawan, Babinsa Serka Edris, Bhabinkamtibmas Aiptu Ragil, Ketua BPK Kalurahan Supriadi, tokoh masyarakat H. Sudiyana dan seluruh Pamong Kalurahan serta undangan hadir 30 orang.

Hasil rapat antara lain membahas Perdes yang mengacu pada pengunduran diri Pamong sebelum masa dinas jabatan tertentu harus mendapatkan sanksi atau denda sejumlah yang telah disepakati atau ditentukan, yang kedua bahwa hasil validasi peneriama BLT DD ditentukan berjumlah 104 KPM. (Ramil 07)


 

Babinsa Tayuban Pendampingan Petani Pembagian OPH

Kulon Progo. Sertu Edi Susilo Babinsa Tayuban Koramil 10/Panjatan Kodim 0731/Klp bersama Bhabinkamtibmas melaksanakan pendampingan terhadap para petani dalam rangka pembagian OPH (Obat Pembasmi Hama) dari Kantor BPP Panjatan, di Bulak Cilik, Kalurahan Tayuban, Kapanewon Panjatan. Jum'at (28/01).

 

Babinsa menyampaikan agar penerimaan bantuan bisa diterima dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Semoga tanaman tidak rusak diganggu hama dan dapat berproduksi dengan maksimal. (Ramil 10).


 

Babinsa Salamrejo Sambang Pabrik Pupuk Organik

Kulon Progo. Babinsa Salamrejo Koramil 07/Sentolo Kodim 0731/Klp Sertu Sarijan bersama  Bhabinkamtibmas Aipda R Arifin Akbar, S.H. melaksanakan sambang sekaligus menindak lanjuti keluhan warga yang selama ini, tentang bau yang menyengat akibat bahan baku pupuk organik di PT. MENTARI SINERGI ALAM.

 

Setelah dilakukan koordinasi dengan pemilik pabrik pupuk organik akhirnya saat ini sudah terkondisi tentang bau mulai berkurang karena dari pihak pabrik sudah melaksanakan penyemprotan terus menerus secara berkala untuk mengurangi bau serta dari pabrik juga berjanji tidak akan menerima bahan baku basah yang menjadi sumber bau tersebut. (Ramil 07)


 

Dandim 0731/Klp Tabur Benih Ikan di Polres Kulon Progo

Kulon Progo.  Komandan Kodim 0731/Klp Letkol Inf Nurwaliyanto bersama Kapolres Kulon Progo  AKBP Muharomah Fajarini, S.H., S.I.K., diikuti Wakapolres, pejabat utama dan segenap anggota Polres Kulon Progo.tabur benih ikan nila dan lele di saluran air Satpas Polres Kulon Progo, Jumat sore (28/01/22).

 

Disampaikan humas Polres Kulon Progo bahwa penaburan benih ikan tersebut dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan memelihara kelestarian lingkungan.  Nantinya selain untuk dikonsumsi, diharapkan dengan adanya ikan di saluran air tersebut, tidak ada lagi jentik-jentik nyamuk.     

Gerakan Tabur Benih Ikan (GETARKAN), untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan di Polres Kulon Progo adalah tema yang diambil dalam kegiatan ini. Harapannya kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi dinas/instansi lain dan masyarakat, sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarikan alam, jelasnya. (Pendim 0731/Klp).  


 

Gerdal OPT, Dandim 0731/Klp Turun ke Sawah

Kulon Progo. Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) dan Gerakan Penanganan Dampak Perubahan Iklim (DPI), dilaksanakan di area persawahan milik anggota Gapoktan "Suka Makmur” Pedukuhan Dukuh, Kalurahan Janten, Kapanewon Temon, Jumat (28/01/22).

Tampak hadir dalam giat  tersebut, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ir. Sugeng Purwanto, MMA., Kepala Koordinator POPT Serionia Ariyani Vension Nita, Wabup Fajar Gegana, Dandim 0731/Klp Letkol Inf Nurwaliyanto, Kadis Pertanian Ir. Muh Aris Nugroho, MMA., Pasiter Kodim 0731/Klp Kapten Inf Triyono dan Kapolsek Temon Kompol Riyono,   

Kadis Pertanian Kulon Progo, terima kasih kepada Dinas Pertanian DIY yang ikut dalam gerakkan perlindungan tanaman dengan agensia hayati, buatan petani kita sendiri. Petani yang kita bina bersama-sama telah dapat membuat agensia hayati dan gerakan tanam padi dengan kriteria PGPR dan QORIN, gerakan ini akan terus kita kembangkan.

Gerakan perlindungan tanaman dilakukan dengan menggalakkan pembersihan saluran air dan penyiapan pompa air. Terima kasih kepada dinas pertanian yang telah mengalokasikan bantuan untuk pompa air, sehingga daerah yang kekeringan bisa kita support, alhamdulillah bisa terjaga, sehingga tidak ada dampak dari perubahan iklim. 

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian mengatakan, praktek gerakan pengendalian OPT yang ramah lingkungan termasuk diantaranya deteksi dini dan antisipasi terhadap perubahan iklim serta penyakit endemik. 

Harga kebutuhan pertanian saat ini naik dua kali lipat akibat pandemi Covid-19, untuk mengatasi mahalnya harga pupuk kimia, agar kita gunakan sehemat mungkin, dan pilihan terakhir menggunakan pupuk hayati, jerami jadikan kompos.  Alih fungsi lahan juga jadi kendala saat ini, maka perlu terobosan agar hasil pertanian bisa mencukupi kebutuhan di dalam negeri. 

Dandim 0731/Klp mengatakan, gerakan pengendalian OPT ini sangat bagus karena dilaksanakan secara ramah lingkungan, yakni menggunakan agen hayati, semoga tanaman padi bisa terselamatkan dari gangguan organisme pengganggu tanaman. 

Dalam rangka antisipasi dan mitigasi bencana banjir, pembersihan dan normalisasi saluran air sangat tepat, karena banjir merupakan salah satu ancaman yang menyebabkan gagal panen. Kodim 0731/Kulon Progo hadir untuk bersinergi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan semua pihak dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di wilayah. 

“Terima kasih kepada para Babinsa Kulon Progo yang selalu siap mendampingi Poktan maupun Gapoktan di wilayah binaannya”, pungkasnya. 

Wabup Kulon Progo menyampaikan, Pemkab menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini. Khusus penanganan OPT langkah yang telah ditempuh dengan pengendalian hama terpadu, yaitu teknik pengendalian hama dan penyakit dengan pendekatan ekologi untuk mencegah kerusakan dan kerugian tanaman secara ekonomi, serta mengupayakan pengendalian yang ramah lingkungan agar tercipta pertanian berkelanjutan. 

Cara praktis yaitu dengan penentuan pola tanam, penentuan varietas, penentuan waktu tanam, keserentakan tanam, pemupukan, pengairan, jarak tanam dan teknik budidaya lainnya. 

Untuk menciptakan budaya tanaman sehat, dalam pengendalian hama secara ramah lingkungan dengan menggunakan agensia hayati. Untuk menangani dampak perubahan iklim, langkah yang telah ditempuh antara lain normalisasi dan pembersihan saluran irigasi tersier, pengembangan dan pemanfaatan sumber-sumber air. (Pendim 0731/Klp).