Selasa, 05 Desember 2017

ANGGOTA KODIM KULON PROGO BANTU EVAKUASI KORBAN TANAH LONGSOR DI GIRIMULYO




ANGGOTA KODIM KULON PROGO BANTU EVAKUASI

KORBAN TANAH LONGSOR DI GIRIMULYO

 (Wates, 30/11/17).   Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kulon Progo dan sekitarnya pada Hari Selasa malam sekitar pukul 24.00 WIB mengakibatkan bencana tanah longsor yang menimpa rumah keluarga  Bapak Daladi. Rumah yang dihuni 4 orang tersebut nyaris tidak kelihatan akibat penuh  timbunan lumpur, 2 orang bisa terselamatkan yakni Istri bapak Daladi dan putri menantunya, namun bapak Daladi dan putranya belum bisa ditemukan.

Pencarian korban bencana tanah longsor di Pedukuhan Ngroto, Pendoworejo, Girimulyo, dilanjutkan hari ini. Bersama seluruh komponen masyarakat Anggota TNI Kodim 0731/Kulon Progo, Polres Kulon Progo, Badan SAR, Tagana dan Kokam. Mereka saling bahu membahu tanpa kenal lelah melaksanakan pencarian korban.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Bapak Daladi (63 th) ditemukan dalam keadaan meninggal dalam posisi tertimpa reruntuhan dinding rumah yang bercampur dengan lumpur.

Berikutnya tidak jauh dari lokasi Bapak Daladi ditemukan putranya Heris Siswadi (30 Th) juga dalam kondisi sudah meninggal dunia. Kedua jenasah tersebut akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY menggunakan Ambulan PMI untuk dilakukan autopsi.
Setelah penemuan jenasah, proses pembersihan tanah longsor yang menutup jalan dilakukan menggunakan alat berat yakni dengan Exscavator dan Doser. Akibat kejadian ini jalan Pendoworejo-Purwosari terputus total. 
 
Anggota TNI dan Polri masih masih berada di lokasi, bersama dengan  warga masyarakat dan komponen lainnya bekerja membersihkan puing-puing sisa reruntuhan. Dan sebagian lagi melaksanakan stan by sesuai dengan Perintah Lisan Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol Arm Teguh Tri Prihanto Usman pada tanggal 29 Nopember 2017 bahwa seluruh Anggota Kodim agar melaksanakan siaga dalam menghadapi bencana alam. Tiap wilayah kecamatan agar didirikan posko siaga bencal, diharapkan posko ini selalu siap, tanggap dan mampu bergerak cepat mengatasi masalah yang terjadi akibat bencana alam. (Pendim 0731/KP).





Rabu, 29 November 2017

BABINSA SAMBANGI WARGANYA DI PENGUNGSIAN


BABINSA SAMBANGI WARGANYA DI PENGUNGSIAN


(Wates, 29/11/17).   Kantor Kecamatan Panjatan ditetapkan sebagai tempat pengungsian para korban bencana banjir yang berasal dari Desa Krembangan. Selain dekat dengan lokasi, diperkirakan tempat ini juga cukup aman dan akses jalan yang cukup mudah seandainya terjadi sesuatu yang emergency.

Pagi ini guyuran hujan masih berlangsung, sehingga masih dimungkinkan adanya peningkatan pengungsi. Menurut sumber dari Dinas Sosial Kabupaten Kulon Progo saat ini pengungsi sudah mencapai 100 KK sehingga telah disiapkan dapur umum.

Hubungan baik antara Babinsa dan warga binaannya yang sudah terjalin erat dan cukup lama, membuat Babinsa merasa sangat sedih melihat kondisi seperti ini, betapa selama ini mereka sudah saling mengerti, saling kerja sama dan gotong royong, saling membantu antara tugas Babinsa dan kewajiban sebagai warga. Tanpa kenal lelah Babinsa memberikan hiburan dan semangat agar terhenti dari kesedihan. Babinsa juga berkomunikasi satu persatu dengan warga binaannya, dengan menanyakan keadaan dan kondisi mereka di pengungsian.

Saat ini Babinsa bersama rekan-rekannya Alumni SMP Negeri 1 Panjatan Angkatan tahun 1983, telah berupaya menggalang dana untuk disumbangkan kepada para korban bencana banjir Desa Krembangan senilai Rp 7.500.000,-. Dan telah diserahkan dengan disaksikan Muspika Kecamatan Panjatan.
Suatu hal yang sangat terpuji dan patut ditiru jejaknya oleh Babinsa yang lain. Semoga amal dan kebaikannya akan mendapatkan pahala dan ridho dari Yang Maha Kuasa. Selain itu TNI akan semakin dicintai rakyat, karena bersama rakyat TNI kuat. (Pendim 0731/KP).


BABINSA BANTU EVAKUASI KORBAN BANJIR DI WILAYAH KECAMATAN PANJATAN


BABINSA BANTU EVAKUASI KORBAN BANJIR
DI WILAYAH KECAMATAN PANJATAN


 
(Wates, 29/11/17).   Hujan lebat yang mengguyur Yogyakarta dan sekitarnya membawa dampak buruk di berbagai wilayah. Seperti yang terjadi di Kulon Progo, tanah longsor terjadi di sektor utara seperti Kokap, Girimulyo, Pengasih, Kalibawang dan Samigaluh. Sedangkan sektor selatan terkena dampak banjir seperti Temon, Wates, Panjatan dan Galur.
Beberapa ruas jalan di Wilayah Panjatan terpaksa harus ditutup oleh Kepolisian, karena tertutup air dan sangat berbahaya bagi pengendara, seperti jalan Nagung-Brosot tepatnya di Bok Begal sampai dengan pagi ini air masih setinggi pangkal paha orang dewasa, sehingga pengendara yang akan melintasi jalur ini diarahkan melewati Jalan Daendels.

Sementara itu di Kantor Kecamatan Panjatan digunakan untuk menampung 69 pengungsi dari Desa Krembangan. Menurut Babinsa setempat Pelda Muryono yang membantu evakuasi para korban bersama Kepolisian setempat menyampaikan bahwa banjir yang terjadi kali ini memang cukup besar, di lokasi para korban banjir ketinggian air mencapai pusar orang dewasa. Tanpa kenal lelah Babinsa menyambangi Warga Binaannya tanpa menghiraukan air yang sudah membasahi sekujur tubuhnya. Banjir dilokasi ini terjadi akibat dari jebolnya tanggul sungai Sen yang berada dipinggiran desa. Masih banyak warga yang was-was atas kejadian ini sehingga mereka memilih untuk mengungsi ke tempat yang aman atau kerumah sanak saudaranya.
Sejak kemaren siang seluruh aparat baik dari TNI, Polri, BPBD dan Pemda bersinergi untuk membantu para korban bencana alam baik banjir maupun tanah longsor yang terjadi di Wilayah Kabupaten Kulon Progo, bahkan hari ini masih berlangsung pelaksanaan evakuasi. (Pendim 0731/KP).